Kebijakan Pemkab Bandung Tentang Pendidikan Keluarga

Kebijakan di Satuan Pendidikan

Keluarga sebagai salah satu dari trisentra pendidikan adalah tempat pendidikan yang pertama dan utama.
Sistem keluarga yang kuat dan stabil akan memberikan pengaruh positif pada kecakapan hidup anak dan keterhubungan antarelemen sistem lain.
Keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat sebagai trisentra pendidikan saling menjalin kemitraan yang dimaksudkan untuk memberikan manfaat kepada peserta didik sehingga dapat memiliki karakter dan budaya prestasi.

Pengertian

Orang tua adalah; pihak yang bertanggung jawab terhadap pengasuhan, perawatan dan pendidikan peserta didik. Orang tua merupakan ayah dan ibu, ayah atau ibu untuk orang tua tunggal, wali murid, atau pengasuh yang diberi otoritas oleh keluarga sah dari peserta didik.
Peserta didik; merupakan peserta didik dari PAUD, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA dan sederajat, SMK dan sederajat, dan peserta kursus dan pelatihan;
Satuan pendidikan; terdiri atas, satuan pendidikan formal yaitu TK, SD dan sederajat, SMP dan sederajat, SMA dan sederajat, dan SMK dan sederajat, dan satuan pendidikan nonformal yaitu PAUD, PKBM, dan LKP.
Kemitraan orang tua; merupakan prinsip dan pendekatan umum untuk melibatkan orang tua dalam mengambil keputusan tentang pihaknya, anaknya, pelayanan yang diharapkan diperoleh dan yang dapat

Tujuan Kemitraan Orang Tua

Memberdayakan orang tua untuk berpartsipasi aktif dalam program sasaran terkait dengan peningkatan akses dan mutu pendidikan (Wajar 12 tahun, Revolusi Mental, penguatan Manajemen Berbasis Sekolah, pemenuhan hak anak).
Meningkatkan kesadaran bagi orang tua untuk peduli dan terlibat, sadar pendidikan, aktif memberi stimulus, terus-menerus belajar, dan mendampingi anak.
Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gerakan kemitraan orang tua.
Membangun mekanisme penyebaran model kemitraan orang tua sesuai dengan konteks dan kebutuhan lokal melalui berbagai kanal, sarana dan prasarana.
Membangun kemitraan dengan pegiat parenting bagi orang tua dari kelompok yang paling membutuhkan di luar satuan pendidikan sasaran.
Penguatan aktor terutama bagi wali kelas, guru BP, Kepala Sekolah, PTK lainnya, dan orang tua.
Membangun kanal interaktif yang memanfaatkan sumber daya publik dan dapat diakses secara luas dan mudah.

Ruang Lingkup

Kemitraan dilakukan untuk meningkatkan layanan terhadap:
Orang tua yang mempunyai kewenangan dalam membesarkan peserta didik.
Orang tua yang mempunyai anak di lingkungan satuan pendidikan dan sejumlah orang tua dari kelompok marjinal paling membutuhkan di luar satuan pendidikan sasaran.
Tahap perkembangan sejak prakelahiran sampai dengan usia pendidikan menengah.
Tema dan topik penting berdasarkan data, riset dan bukti lapangan sesuai tahapan perkembangan anak dan keluarga [misal: komunikasi, disiplin dan kemandirian, pendidikan seksualitas dan antikekerasan, pendidikan antikorupsi berbasis keluarga, dll.
Satuan pendidikan terdiri atas satuan PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan dan Satuan Pendidikan Nonformal.
Lembaga mitra di luar satuan pendidikan; SKB (Sanggar Kegiatan Masyarakat), lembaga swadaya masyarakat, organisasi perempuan, organisasi keagamaan dan perkumpulan yang mengelola kegiatan kemitraan dengan orang tua atau mengelola layanan pendidikan bagi orang tua atau bagi anak di luar satuan pendidikan seperti anak di panti asuhan, anak jalanan, anak terlantar, pekerja anak dan anak korban perdagangan orang, terekploitasi dan korban perilaku menyimpang.

Implementasi

Kemitraan Tri Pusat Pendidikan
Satuan pendidikan berperan sebagai sumber penggerak untuk mewujudkan kemitraan.
Bentuk kemitraan dengan keluarga dapat dituangkan dalam komitmen tertulis saat pendaftaran atau kesepakatan saat sosialisasi program sekolah di awal tahun pembelajaran.
Dukungan masyarakat dapat disalurkan melalui komite sekolah atau organisasi seperti Dewan Pendidikan, organisasi penyelenggara/pendidik, dan organisasi keagamaan/masyarakat peduli pendidikan.

Peran Orang Tua/Keluarga

Memastikan anak datang ke sekolah dan memantau kegiatan anak sepulang sekolah;
Menanamkan nila-nilai kedisiplinan, kerja keras, gotong royong, dll. di rumah melalui keteladanan, pembiasaan, dan dialog;
Memotovasi dan menndorong prestasi anak misalnya membantu pekerjaan rumah serta menanyakan tentang yang dipelajari dan kejadian di sekolah;
Menjalin komunikasi dengan guru untuk mengetahui kemajuan anak dan kejadian-kejadian khusus yang terjadi;
Berpartisipasi dalam kegiatan sekolah yang memerlukan keterlibatan orang tua.

Peran Satuan Pendidikan

Menjalin komunikasi dengan keluarga tentang kemajuan belajar siswa dan kejadian-kejadian khusus (dilakukan oleh wali kelas);
Meningkatkan kemampuan keluarga melalui program parenting dan penyediaan buku-buku bacaan;
Mendorong keterlibatan orang tua dalam membantu kegiatan belajar anak di rumah seperti penyediaan fasilitas dan penciptaan suasana yang mendukung;
Mendorong keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah, misalnya sebagai nara sumber atau membantu kegiatan bersama;
Memberi izin kepada anak untuk mengikuti kegiatan ekstra kurikuler sesuai minat dan bakatnya.

Peran Mitra

Membantu satuan pendidikan meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman;
Menjadi rujukan untuk peserta didik yang memerlukan dukungan atau fasilitas yang tidak tersedia di sekolah, misalnya klub-klub olah raga dan sanggar seni;
Menjadi rujukan untuk peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus, misalnya pusat terapi dan organisasi penyandang disabilitas; dan
Kegiatan lain sesuai potensi dan kebutuhan setempat.

Tujuan Pendidikan Keluarga

Bagi orang tua muslim sebetulnya Alloh SWT sudah jelas menerangkan dalam Al Quran tentang tujuan pendidikan keluarga yakni:

Memelihara keluarga dari api neraka.
(Q.S. At-Tahrim ayat 6)
Beribadah kepada Allah SWT
(Q.S. Adz- Dzariyat ayat 56)
Membentuk akhlak mulia
(Q.S. Luqman ayat 12-19)

Materi Pendidikan Keluarga

Penguasaan diri (fisik- emosional)
Nilai-nilai (sistem nilai)
Peranan sosial (dalam keluarga – lingkungan)
Pengembangan Potensi

Metode Pendidikan Keluarga

Keteladanan
Pembiasaan
Pembinaan
Kisah/ cerita
Dialog
Ganjaran dan hukuman / hadiah

Tanggung Jawab Orang Tua

Memelihara dan membesarkan anak.
Melindungi dan menjamin kesehatan baik jasmani dan rohani.
Memberi pengajaran.
Membahagiakan anak dunia dan akhirat
Memberikan dan menjamin 10 hak anak

Pola Asuh Orang Tua

Permisif
Otoriter
Demokratis

(Penulis Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung, materi ini disampaukan pada Saresehan “Penguatan Komite Sekolah Dalam Pendidikan Karakter, yang diselenggarakan Dewan Pendidikan Kab. Bandung di SMAN Baleendah)

Category
Tags
No Tag

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *